rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Kamis, 02 November 2017

Cara Membuka Rekening Bank di Swedia

          Sesampainya di Swedia aku bingung karena semua pembayaran menggunakan kartu bank / kartu ATM / kartu debet. Mulai dari makan, belanja, ngafe, sampe ke toilet pun menggunakan card payment. Garuk-garuk kepala sendiri setelah mesen kopi di salah satu cafe di Göthenburg, ternyata tidak menerima pembayaran cash. Pengen ngamuk rasanya saat udah kebelet pengen ke toilet, ternyata musti bayar dan ga bisa bayar cash. Nah, jangan sampe kejadian kayak gini teralami oleh temen-temen yang baru pertama tinggal di Swedia ya.
            So, kali ini aku bakal share pengalaman tentang bagaimana cara membuka rekening bank di Swedia.
Yang harus di siapkan :
1.     Personnummber, apa itu Personnummer? Baca di sini.
2.     Kontrak kerja / surat keterangan (beasiswa atau orangtua yang membayar,
 yang didalamnya menjelaskan berapa uang yang temen-temen terima setiap bulannya, ini fungsinya agar pihak bank tahu darimana saldo berasal.
3.     Bulpoint
 Langkah-langkah:
1      Datanglah ke bank terdekat, casenya waktu itu aku dateng ke Bank Swedbank.
2      Ambil nomor antrian,  biasanya ada layar sentuh kecil yang ketika di sentuh dengan jari mengeluarkan kertas antrian.
3      Tunggu sampai nomor antrianmu di panggil.
4      Jelaskan pada pegawai bank bahwa kamu ingin membuka rekening bank.
5      Pihak bank akan meminta personnummber dan surat / kontrak yang menjelaskan sumber danamu.
6      Kamu akan diberi kertas yang didalamnya berisi beberapa pertanyaan. Misalnya, pertanyaan perlu internet banking atau tidak, perlu transfer antar negara atau tidak. Dan pertanyaan lainnya.
7      Setelah itu berikan kertas ke pegawai banknya, nanti kamu akan di jadwalkan ulang datang untuk wawancara.
8      Saat datang wawancara, biasanya pihak bank akan bertanya apakah ada keluarga atau kerabat yang bekerja di pemerintahan, seperti TNI, POLRI atau pejabat pemerintahan lainnya. Kalo ada bilang ada. Kalo ga ada bilang ga ada. Informasi ini di butuhkan oleh bank agar tidak terjadi money laundry alias pencucian uang.
9      Selanjutnya pembukaan rekening bank.
10   Nomor rekening akan diberikan pada hari yang sama setelah pembukaan rekening bank selesai.
11   Kartu ATM akan di kirim ke alamat tempat tinggalmu dalam waktu 2 minggu.
12   Selesai.


Nah, sampe sini info yang bisa aku share. Semoga bermanfaat.

Kamis, 26 Oktober 2017

Indonesian Au Pair in Sweden

            Setelah sekian lama aku ga nulis, kali ini aku mau nulis tentang au pair Indonesia di Swedia, Indonesian Au Pair in Sweden. Yep Swedia, Scandiavia, Eropa. Karna ada buanyak banget yang message di akun sosmed pribadi aku tentang gimana jadi au pair di Swedia? Bagaimana mendapatkan host family? Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk membuat visa? Berapa biayanya? Bagaimana pengalaman menjadi Au Pair di Swedia? Dan lain seterusnya. Dan setelah aku search di google susah juga nemuin tulisan tentang Indonesian Au Pair in Sweden, ato Au Pair Indonesia di Swedia. Yuk, langsung aja. Semoga bermanfaat.

Bagaimana mendapatkan host family di Swedia?
            Aku dapet host family lewat website Scandinavian Au Pair Center, klik di sini. Ini bukan  satu-satunya situs pencarian host family. Ada buanyaak, buanyaak. Energy au pair, au pair world, great au pair, dan banyak lagi. Nah, untuk SAPC (Scandinavian Au Pair Center) ini tidak dipungut biaya sama sekali, alias free. Yang bayar adalah Sang calon HF (Host Family) kalo ngga salah aku pernah tanya HF ku mereka harus bayar 4000 SEK, Swedish Krone (saat ini 1 SEK = 1.600 Rupiah) yang dibayarkan langsung ke pihak SAPC. Jadi SAPC ini ceritanya agen au pair.
            Jadi prosesnya, aku diwawancarai calon HF langsung melalui SAPC. Maksudnya nanti semua kontak info nomor hp, email ato skype aku diberikan ke calon HF oleh SAPC, dan nanti pihak SAPC memberi info kapan dan jam berapa sang calon HF akan menghubungi. Setelah komunikasi yang pertama lancar, komunikasi selanjutnya langsung, tidak melalui SAPC lagi. Sampe sini kebayang? Oke, lanjut. Setelah beberapa kali komunikasi menanyakan hal-hal yang penting dan setelah 22-nya (aku dan calon HF) yakin, selanjutnya calon HF akan mengabari SAPC, dan proses dokumen pun dilanjutkan.

Apa yang harus ditanyakan au pair kepada calon host family?
            Ini yang paling penting. Kenapa? Karena selama setahun kedepan aku bakal tinggal sama mereka, kalo ada hal-hal yang tidak di tanyakan akan menyebabkan missed komunication, intinya ekspektasi harus disamakan dengan realita. Maksudnya gimana? Ya, maksudnya kayak gini, Program au pair itu kan program pertukaran budaya bukan untuk bekerja full time ato bukan juga buat cuma sekedar liburan. Jadi tanya lah mengenai jam kerja, deskripsi pekerjaannya, jumlah uang saku yang diterima, kamar yang akan kamu pakai nanti apakah share dengan host kid atau kamar pribadi, fasilitas yang didapat (misalnya kartu bis / tram / sepeda dll), kursus bahasa, dsb. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karna ekspektasi tidak sesuai dengan relita.
Aku pribadi jam kerja 5 jam sehari, bisa lebih dengan catatan extra working hours = extra pocket money, dapet libur seminggu 2 hari (walo sebenernya banyak bgt sih liburnya, haha. karna host kid sering banget di bawa liburan sama neneknya), untuk 25 jam seminggu selama sebulan aku dapet uang saku 3500 SEK, dan untuk tambahannya 50 SEK per jam. Di Swedia ini kerja weekday (Senin-jumat) dan weekend (sabtu – minggu) bayarannya beda, lebih banyak  bayaran weekend. Intinya ada pandai-pandai lah menggali informasi dari sang calon HF.

Dokumen apa saja yang di butuhkan au pair untuk ke Swedia?
            Dokumen au pair indonesia di Swedia. Sebelum berangkat pastilah ada beberapa dokumen yang di urus. Nah, dokumen au pair indonesia ke Swedia ini paling mudah menurut aku. Yang di butuhkan:
1.    Surat undangan dari calon HF, kontrak kerja, dan Person Bevis sang HF. Person Bevis ini adalah surat keterangan dari kantor pajak di Swedia yang menerangkan bahwa sang HF taat membayar pajak. Untuk bagian ini, sang HF yang mengurus.
2.    Scan paspor yang masih berlaku.
3.    Surat keterangan yang menyatakan bahwa kamu telah di terima untuk belajar bahasa di sekolah atau lembaga kursus bahasa di Swedia, untuk hal ini aku daftar online lewat web Folkuniversitet, klik di sini. Nah, kalo bingung itu pake bahasa Swedia bisam inta tolong sama HF buat daftar. Surat yang di terima nanti akan masuk ke emailmu, ubah ke format PDF.
4.    Kartu kredit, ini berfungsi untuk pembayaran yang akan dilakukan setelah proses prngisian visa online. Biaya visa au pair Indonesia ke Swedia sendiri adalah 1000 SEK. nanti bukti pembayarannya akan dikirim melalui emailmu.
5.    Tinggal ongkang-ongkang kaki nunggu visa jadi. Jangka waktu menunggu tergantung situas imigrasi Swedia. Waktu itu aku nunggu sampe 5 bulan, karna situasi imigrasi Swedia pada saat itu cukup sibuk mengurus para imigran dan Asylum seekers.
Udah deh… semua proses visa di urus secara online nanti ada beberapa pertanyaan general yang harus kamu isi. Contohnya, mengapa ingin jadi au pair? Apa yang akan dilakukan setelah program au pair selesai? Dll. Aku pribadi ngisi itu ga sampe 1 jam. haha. Gampang banget pokoknya.

Nah, sampe disini dulu ya postingannya. Semoga bermanfaat untuk yang perlu informasi tambahan bisak komen di kolom komentar di bawah J Vi Ses i Svergie :*